Subscribe to my RSS feed RSS
December 12, 2014

Surabaya Mulai Dibanjiri Pengemis

SURABAYA | - – Menjelang bulan suci Ramadan, para pengemis mulai menyerbu Surabaya. Ini terlihat dari banyaknya pengemis dadakan yang lalu lalang di sejumlah wilayah di kota metropolis ini.

Seperti terlihat di kawasan Jalan Jemursari Wonocolo, Rabu (27/7). Sejak pagi hingga siang hari terlihat belasan orang yang silih berganti meminta belas kasihan ke rumah warga yang ada di belakang kampus IAIN Sunan Ampel Surabaya tersebut.

Abdul, salah satu pemilik toko di Jemursari Wonocolo mengatakan,  beberapa hari terakhir ini, tidak kurang dari 10 pengemis datang ke tokonya. Padahal biasanya hanya satu hingga tiga orang saja.

“Kebanyakan mereka wajah-wajah baru. Ini kan menjelang bulan puasa, jadi ramai-ramai menyerbu Surabaya,” ujarnya, sesaat setelah memberi uang sekadarnya kepada dua orang perempuan pengemis yang menyambangi tokonya.

Sriatun, salah satu pengemis yang mengaku berasal dari Pasuruan mengatakan, dia dan temannya baru dua hari ada di Surabaya untuk mengais rejeki dengan cara minta belas kasihan orang lain. “Mumpung mau bulan puasa, Pak,” katanya.
Ibu tiga anak ini mengaku akan terus berkeliling Surabaya selama bulan Ramadan untuk mencari rejeki. “Untuk tambahan bekal Lebaran nanti,” kilahnya.

December 12, 2014

Purel Narkoba Keluar dari Rutan Medaeng

SURABAYA | – - Terdakwa narkoba Paulina Martines (24) akhirnya dikeluarkan dari Rutan
Medaeng, Rabu siang (27/7). Pembebasan ini menyusul vonis bebas yang diterimanya dari Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya dua hari lalu.

Jaksa penuntut umum, Nur Rachmad saat ditemui di depan Rutan Medaeng membenarkan kabar itu. “Proses administrasinya sudah selesai, sebentar lagi keluar,” kata Nur Rachman sebelum beranjak meninggalkan Rutan Medaeng.

Kuasa hukum Paulina, Budi Sampurno mengatakan, putusan bebas purel tempat hiburan Penthouse ini melegakan kliennya. “Apalagi ini menjelang lebaran, dia bisa berkumpul dengan suami dan anaknya, tentu ini sangat menyenangkannya,”katanya.

Apakah nantinya dia akan kembali menjadi purel, Budi tidak mau mencampuri urusan pribadi kliennya. “Saya cuma bisa menyarankan ini pelajaran berharga baginya, barangkali dia bisa bekerja lebih baik dari sebelumnya,”katanya.

Diberitakan sebelumnya, Paulina diputus bebas hakim PT yang diketuai Soedarto. Hakim menganggap dia bersalah menguasai 10 butir ekstasi, tapi perbuatannya ini tidak bisa dipidana (onslag).

Sebelumnya, Paulina diputus empat tahun penjara serta denda Rp 800 juta subdider tiga bulan kurungan oleh PN Surabaya.

December 12, 2014

Telanjur Antre, Belum Tentu Dapat Tiket Kereta Api

Antrean di Stasiun Gubeng, Rabu (27/7/2011). foto: surya/yul

Antrean di Stasiun Gubeng, Rabu (27/7/2011). foto: surya/yul

SURABAYA | - – Para pembeli tiket di Stasiun Gubeng, Surabaya, Rabu (27/7/2011), harus rela antre, padahal belum tentu bisa mendapat tiket.

Ini menyebalkan bagi pencari tiket dari Surabaya untuk tujuan Jakarta atau kota lain yang pesan hari ini untuk keberangkatan maksimal sampai 5 September 2011.

Pasalnya, meski PT Kereta Api melayani reservasi H-40 keberangkatan, namun informasi ketersediaan tiket di monitor ruang reservasi hanya sampai 30 hari ke depan.

Artinya, untuk memastikan tiket masih ada atau tidak, orang-orang harus antri dulu. Tidak ada pembedaan lajur antrian bagi yang akan beli tiket untuk periode keberangkatan berbeda.

Pantauan di Ruang reservasi Stasiun Gubeng hari ini, banyak calon pembeli tiket yang ternyata kehabisan padhal telanjur antre lama.

Manajer Humas PT Kereta Api Daops VIII, Sri Winarto, mengakui, dari sisi teknologi informasi, pihaknya belum bisa menyediakan informasi ketersediaan Tempat duduk sampai 40 hari ke depan.

“Memang kami belum bisa memberikan layanan informasi sisa tempat duduk sampai H-40,” katanya. Soal pembedaan lajur, diakui juga belum dipikirkan. (Wiwit Purwanto)

December 12, 2014

Siswa SD Seluruh Surabaya Ikuti Tes Calistung

SURABAYA | – - Siswa  SD seluruh Surabaya, hari ini mengikuti ujian membaca menulis menghitung atau calistung. Uji kompetensi siswa SD ini berlangsung dua hari, 25-26 Juli 2011. Orangtua diminta membimbing dan membantu menyiapkan anaknya dengan baik.

Pantauan Surya di beberapa sekolah tampak susasana ujian calistung ini layaknya ujian nasional (unas). Seluruh siswa menempati ruang tersendiri dan masig-masing menjawab dengan lembar jawaban komputer. Di pintu gerbang juga ditulis besar-besar, awas ada ujian.

Hal ini seperti dirasakan di SDN Banyuurip III, Surabaya. Sebanyak 83 siswa mengerjakan mata ujian membaca dan menulis. Masing-masing pelajaran ini 40 soal. Untuk menghitung dilaksanakan hari kedua Selasa, 26 Juli 2011 besok.

Masing-masing mata ujian diberi alokasi waktu kurang dari satu setengah jam. Jam pertama 07.00 – 08.10 WIB dilanjutkan jam kedua pukul 08.30 – 10.10 WIB.  “Tes calistung ini untuk kelas empat. Mereka yang sebelumnya kelas tiga. Hanya untuk mengetahuai kemampuan dasar siswa. Bukan untuk kenaikan kelas,” jelas Sri Utami, Kepala SDN Banyuurip III.

Karena suasana ujian calistung yang seperti Unas, banyak orangtua siswa khawatir. Mereka takut anaknya tidak lulus. Apalagi siswa juga diminta membawa pensil 2B. “Meski hanya untuk mengukur kemampuan minimal siswa, namun orangtua diminta membantu mendorong anaknya menyiapkan diri dengan baik,” tambah Utami.

December 12, 2014

Siswa SD Muhammadiyah IV Wakili Indonesia Lomba Robot di Singapura

JUARA-Dua siswa SD Muhammadiyah menunjukkan robot rakitannya. FOTO: Faiq Nuraini

SURABAYA | – - Ichdan Rasyid, siswa kelas empat SD Muhammadiyah IV Pucang Surabaya, girang saat dinyatakan sebagai juara satu nasional lomba robot yang digelar di Sidoarjo, Minggu (24/7/ 2011) kemarin. Atas keberhasilannya itu ia berhak mewakili Indonesia dalam lomba robot yang sama di Singapura, Januari 2011 mendatang.

“Saya senang bisa ke Singapura. Saya bisa merangkai robot sendiri. Saya beli sensor, roda, dan batu litium. Terus saya rangkai sendiri,” kata Ichdan saat ditemui di sekolahnya, Senin (25/7/2011).

Selain Ichdan, SD Muhammadiyah ini juga menempatkan Rivaldi Fitrianto, teman satu kelas Ichdan, sebagai juara III dalam Indonesian Robot Grand Prix 2011. Mereka mengalahkan ratusan pelajar mulai tingkat SD sampai SMA dari seluruh Indonesia.
“Peserta adalah pelajar. Semua disamaratakan baik SD maupun SMA. Ichdan juara satu dan berhak adu robot kembali di Singapura,” ucap Endik Setiawan, guru ekstra Robotika SD Muhammadiyah.

Ichdan menjuarai lomba robot dalam adu kecepatan robot beroda. Di nomor line tracer analog (pergerakan robot mengikuti garis putih), dia meraih waktu tercepat 21 detik dengan lintasan sekitar lima meter.

Dalam babak final lomba robot di Sidoarjo, sebanyak tujuh peserta berhak ke final. Masing-masing pelajar dari Bandung, Jogjakarta, Jakarta dan Surabaya.

December 12, 2014

Takut Ditanya Bimtek, Gus Naim Ngumpet di Ruang Kasat Reskrim

SURABAYA | – - Skandal bimbingan teknis (bimtek) DPRD Surabaya ternyata membuat anggota dewan paranoid. Setidaknya ini yang terjadi pada KH Naim Ridwan, anggota dewan dari PKB.

Kepergok wartawan menghadap secara khusus ke Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Indarto, Senin (25/7), lelaki yang akrab disapa Gus Naim itu salah tingkah. Bahkan saking paniknya, Indarto ikut memberikan klarifikasi terkait kedatangan Gus Naim.

“Beliau tidak datang untuk membahas masalah itu (bimtek). Ada masalah lain kok,” ujar Indarto yang keluar dari ruangannya untuk mendatangi wartawan.

Namun, pemburu berita tak percaya begitu saja dan memilih bertahan di depan pintu ruangan Indarto. Tak lama berselang, keluar juga Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Coki Manururng. Namun, Gus Naim tak kunjung mau keluar ruangan. “Wis rek ojo, sakno wonge. Bukan masalah bimtek kok,” kata Coki kepada wartawan.

Gus Nain masih tetap saja tak mau keluar. Dia baru bersedia keluar begitu dijemput dan diyakinkan Indarto. Wajah Gus Naim tampak salah tingkah saat wartawan menyalaminya. “Dudu rek. Aku ga ono urusane karo bimtek kok. Iki masalah lain,” ujarnya singkat sembari kabur dari kerumunan wartawan.

Elah Gus, kalau tidak ada urusan dengan bimtek kenapa juga sampai parno alias takut-takut sendiri. k2

December 12, 2014

Chatting, Tertipu Pulsa Elektrik Rp 3,25 Juta

GRESIK | - – Dewi Aeiska Putri (23), warga Perumahan Alam Bukit Raya (ABR), Kecamatan Kebomas, Gresik, tertipu sebesar Rp 3.250.000 oleh orang yang mengatas namakan Haryo Sasno melalui jejaring sosial Facebook (FB), dengan modus jual beli pulsa elektrik.

Kejadian itu berawal saat korban sedang bermain FB, kemudian disapa oleh Haryo yang sudah menjadi sahabat korban. Keduanya mengobrol tentang bisnis pulsa elektrik, setelah itu Haryo menawarkan kepada Dewi bahwa dapat bisnis jual beli pulsa elektrik.

“Dari itu Dewi pada Minggu (14/7) disuruh mentranfer uang Rp 1000.000, untuk biaya administrasi,” jelas Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Fauzan Sukmawansyah, Minggu (24/7/2011), sesuai laporan korban.

Fauzan menambahkan, dari transaksi pertama korban masih belum sadar bahwa korban tertipu, kemudian Dewi diminta oleh Haryo untuk kembali mengirim uang Rp 1.000.000 untuk mengurus nomor registrasi pada Selasa (16/72011).

Setelah itu, korban disuruh mengirim uang lagi pada Selasa (19/7) sebesar Rp 1.250.000 untuk membeli pulsa yang dapat digunakan untuk usaha jual beli pulsa elektrik. “Dewi baru sadar saat akan menjul pulsa tidak bisa mengirim ke pembeli,” imbuhnya. Sugiyono

December 12, 2014

Hilang, Brankas dan Perekam Data CCTV di Kantor Pajak

GRESIK | - – Kantor Pelayanan Pajak Kabupaten Gresik di Jl Dr Wahidin Sudirohusado, No 700, dibobol maling. Sebuah brankas yang diduga berisi uang puluhan juta dan alat Disc Video Record (DVR) atau alat perekam data CCTV, juga lenyap.

Angga (27), teknisi kantor itu, mengatakan, pada hari Minggu (24/7/2011) pukul 14.30, ditelepon pegawai bagian umum untuk memasang dua CCTV di bagian ruang tunggu, kemudian saat akan menyambungkan ke alat penyimpanan data ternyata alat tersebut sudah tidak ada.

“Saya kembali menghubungi bagian umum dan lapor ke satpam,” jelas Angga, Minggu (24/7/2011) malam. Angga menambahkan, setelah dilakukan pencarin bersama satpam tidak menemukan, baru melaporkan ke Polsek Kebomas dan Polres Gresik, Minggu (24/7) pukul 21.00 WIB. Hingga Senin (25/4) pihak kepolisian masih melakukan pencarian dan pemeriksaan terhadap petugas satpam dan beberapa karyawan pajak tersebut.

“Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Fauzan Sukmawansyah masih melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara,” ujar Kapolsek Kebomas Kompol Yulianto. Begitu juga pihak pegawai pajak tidak bisa dikonfirmasi, karena masih dalam pemeriksaan pihak kepolisian. (Sugiyono)

December 12, 2014

Inspektorat Sidoarjo Selidiki Panitia Lelang Tanpa Sertifikat

SIDOARJO | – - Inspektorat Pemkab Sidoarjo langsung turun tangan menyikapi lelang pengadaan barang dan jasa yang melibatkan dua panitia lelang yang dilibatkan tapi tidak memiliki sertifikat keahlian dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP).

Kepala Inspektorat Sidoarjo, Eko Udijono yang ditemui usai paripurna terkait Rumah Potong Hewan (RPH) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di DPRD Sidoarjo,  menjelaskan pihaknya sudah turun tangan. Bahkan Eko sudah ketemu dengan Kepala Dinas PU Cipta Karya Dwijo Prawito untuk minta penjelasan.

“Keterangan yang kami peroleh, dua panitia yang dilibatkan sifatnya membantu saja. Karena dua orang itu disiapkan untuk regenarasi,” tutur Eko Udijono, Senin (25/7/2011).

Ditanya apakah dua panitia lelang yang tidak mengantongi sertifikat dari LKPP itu diperbolehkan untuk mengikuti proses lelang, Eko mengatakan sedang menelurusi hal itu. Sedangkan ketika ditanya apakah lelang harus diulang, Eko menjawab, “Itu yang sedang kami koordinasikan dengan LKPP. Apa diperbolehkan atau tidak.”

Sementara Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah yang ditemui, mengungkapkan inspektorat sudah turun untuk menyelidiki. “Kita lihat saja nanti bagaimana hasilnya,” ungkap Abah Ipul demikian dipanggil.

Tiga paket proyek yang nilainya miliaran rupiah itu diperkirakan tidak bakal diulang. Dalihnya, dua panitia yang dilibatkan sifatnya hanya membantu saja. Bahkan dua PNS yang inisialnya NW dan AF itu disiapkan untuk  proses regenerasi. “Mereka dilibatkan biar dalam ujian nanti tidak menemui kendala,” sambung Sekkab Sidoarjo, Vino Rudi Muntiawan.

Hal senada juga diungkapkan Kadis PU Cipta Karya, Dwijo Prawito beberapa waktu lalu. Bahwa dua PNS masing-masing NW dan AF hanya membantu proses administrasi saja. Sedang tiga panitia lainnya mengantongi sertifikat LKPP mulai ketua lelang, sekretaris dan anggota. AF dan NW itu dalam taraf proses belajar atau regenerasi.

Kedua PNS itu disiapkan untuk membantu ikut sebagai pelatihan dan proses regenarasi. Karena keduanya sudah ikut ujian dan kalau dilibatkan tahu secara riel dan tahu bagaimana kondisi lelang berlangsung.

Lelang pengadaan barang dan jasa yang dilangsungkan itu sudah sesuai Perpres 54//2011 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Pada pasal 15 ayat 3 disebutkan, anggota kelompok kerja beranggotakan paling kurang tiga orang dan dapat ditambah sesuai dengan kompleksitas pekerjaan. Hal itu sudah dipenuhi PU Cipta Karya, tetapi ditambah dua PNS yang tidak memiliki sertifikat LKPP.

December 12, 2014

Jelang Ramadan, Anak Yatim Ajak Taubat Nasuhah

PESAN MORAL – Bupati Sambari Halim Radianto diantara anak-anak yatim sebelum melepas balon berisi ajakan taubat nasuhah di halaman kantor pemkab, Senin (25/7/2011) siang. Surya:foto/adi agus santoso

GRESIK | – - Menjelang memasuki bulan suci Ramadan, ratusan anak yatim piatu mengajak kepada seluruh masyarakat Gresik Jawa Timur, untuk melakukan taubat nasuha. Hanya saja, ajakan anak-anak ini disampaikan melalui balon yang dilepas bersama oleh Bupati Gresik Sambari Halim Radianto di halaman kantor pemkab, Senin (26/7/2011) siang.

Acara itu, merupakan puncak acara setelah Bupati Gresik Dr Sambari Halim Radianto membagikan santunan untuk 400 yatim piatu di ruang Mandala Bhakti Praja. Pemberian santunan berupa beasiswa untuk yatim piatu ini, diprakarsai Yayasan Yatim Mandiri.  Beasiswa yatim mandiri senilai Rp. 369.124.000 diberikan untuk 1665 anak yatim di Kabupaten Gresik.

Bupati Sambari berharap agar anak yatim tidak boleh kalah dan minder, dengan anak orang kaya. Dihadapan Allah, Anak yatim sama dengan anak-anak yang lain. “Saya yakin anak-anak yatim yang ada di sini, mampu menjadi pemimpin di kelak kemudian hari. Saya bangga jika anak-anak yatim yang hadir di sini, nantinya akan menggantikan saya, karena saya juga dilahirkan sebagai anak yatim”, tambahnya.

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.