Pengguna Jalan Banyak Yang Belum Tahu Penutupan Yos Sudarso

Penutupan Jalan Yos Sudarso sudah dimulai 1 September 2019. Namun rekayasa lalin di hari pertama berjalan tanpa kemacetan panjang. Beberapa pengendara pun belum sepenuhnya mengetahui penutupan Jalan Yos Sudarso.Salah satunya, saat ingin menuju Jalan Walikota Mustajab lewat Gubernur Suryo.

Sekitar pukul 10.40 WIB banyak pengendara yang tidak langsung menyeberang menuju Jalan Simpang Dukuh yang memang disiapkan pemkot untuk jalur alternatif.

Mereka bablas hingga Jalan Gubernur Suryo sisi timur di sisi kiri jalan. Mereka baru sadar ketika di ujung Jalan Gubernur Suryo ada papan pengumuman dinas perhubungan (dishub) yang menjelaskan pengalihan jalur saat Yos Sudarso ditutup.

Pengendara pun akhirnya berkelok ke Jalan Embong Tanjung menuju Jalan Kayoon. Lantas lewat Jalan Pemuda lanjut ke Jalan Plaza Boulevard yang diberlakukan satu arah menuju Jalan Ketabang Kali.

Banyaknya pengemudi yang belum tahu jalur alternatif di Jalan Simpang Dukuh membuat Jalan Pemuda padat. Meski tidak sampai menimbulkan kemacetan. Sementara itu, Jalan Simpang Dukuh yang menuju Jalan Ketabang Kali cenderung sepi.

Kemarin dishub juga belum memfungsikan tembusan jalan dari Embong Wungu menuju Embong Tanjung. Hal itu terlihat dari masih terpasangnya barrier di median Jalan Panglima Sudirman. Sebelumnya, jalur tersebut dibuat untuk memecah kepadatan lalin di Basuki Rahmat yang ingin menuju Jalan Walikota Mustajab.

Salah seorang yang tampak belum paham betul rekayasa lalin itu adalah Farhul, karyawan hotel di wilayah Surabaya Pusat. Dia sebenarnya sudah diberi tahu oleh pengelola hotel terkait dengan rekayasa lalin tersebut dua minggu sebelumnya.

Tapi, setelah rekayasa lalin diterapkan kemarin, dia masih bingung karena penjelasan pengelola hotel dengan penerapan dishub berbeda. ’’Sepertinya, penjelasannya kemarin tidak seperti itu,’’ tuturnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *