Perlukah untuk Trader Saham? : Analisis Fundamental Investasi Saham untuk Pemula {Bagian 4}

Trader, seperti namanya, adalah pedagang.

Trader beda dengan investor.

Pedagamg mendapat keuntungan dari selisih naiknya harga, selisih harga beli dan harga jual.

Seorang trader tidak menggunakan analisis fundamental, melainkan lebih menggunakan analisis teknikal. Mengapa?

Karena analisis teknikal atau grafik harga, bisa memberi petunjuk ke mana arah harga saham bergerak.

Kok bisa? Karena perilaku pasar tercermin melalui chartnya. Aksi jual dan beli saham atau yang sering disebut prinsip supply and demand itu terlihat jelas dalam chart harga saham, termasuk juga action buy and sell investor yang dipicu oleh faktor fundamental, mendorong demang semakin besar, sehingga harga naik, dan semuanya sudah tercermin dalam pergerakan naik turunnya harga.

Bahkan yang menarik …

Saya menjumpai banyak sekali alumni Super Trader ™ yang bisa untung konsisten dari saham, hanya tahu kode saham dan grafik, tanpa tahu perusahaan tersebut namanya apa… tanpa tahu kondisi kesehatan perusahaan itu.

Yang lebih menarik, ketika fundamental perusahaan tidak stabil pun, sebuah harga saham bisa terus naik dalam jangka pendek – menengah (beberapa bulan) bahkan ada yang mencapai pertumbuhan harga 100%.

Sebagai contoh :

RIMO 2017 meroket sekitar 700% hanya dalam hitungan beberapa bulan saja, dari harga Rp90 menjadi Rp630.

{habis}

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *