Perusahaan “Berkuantitas” Bagus : Analisis Fundamental Investasi Saham untuk Pemula {Bagian 3}

  1. Profitabilitas

Perusahaan yang profitable, sudah pasti diburu oleh para investor. Apa lagi sih yang dicari investor kalau bukan laba?

Bagaimana menilai laba perushaan? Anda bisa lihat histori rasio profitabilitas selama paling tidak 5 tahun terakhir.

Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio) adalah rasio atau perbandingan untuk mengetahui kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait penjualan, aset dan ekuitas berdasarkan dasar pengukuran tertentu.

Rasio ini biasanya digunakan oleh investor dan kreditur (bank) untuk menilai jumlah laba investasi yang akan diperoleh oleh investor dan besaran laba perusahaan untuk menilai kemampuan perusahaan membayar utang kepada kreditur berdasarkan tingkat pemakaian aset dan sumber daya lainnya sehingga terlihat tingkat efisiensi perusahaan.

Semakin tinggi nilai rasio maka kondisi perusahaan semakin baik berdasarkan rasio profitabilitas. Nilai yang tinggi melambangkan tingka laba dan efisiensi perusahaan tinggi yang bisa dilihat dari tingkat pendapatan dan arus kas. Biasanya peningkatan rasio ini juga akan tercermin dari harga saham perusahaan yang akan bergerak sejalan dengan peningkatan laba perseroan.

Beberapa rasio penting yang perlu Anda ketahui antara lain:

  • Net Profit Margin = Laba Bersih Setelah Pajak / Penjualan
  • ROA = Laba Bersih : Total Aset
  • ROE = Laba Bersih Setelah Pajak / Ekuitas Pemegang saham
  • EPS = Laba Bersih Setelah Pajak – Dividen Saham Preferen / Jumlah Saham Biasa yang Beredar

Contoh perusahaan dengan pertumbuhan earnings konsisten adalah UNVR :

UNVR bisa jadi merupakan salah satu saham dengan tingkat profitabilitas paling stabil di Indonesia. Bayangkan saja, sejak tahun 1982, omset Unilever telah meningkat 229 kali dari Rp 159 miliar menjadi Rp 36,5 triliun di tahun 2015. Sementara Return on Equity (ROE) meningkat secara signifikan dari 34% menjadi 122% pada akhir tahun 2015 dan mampu menjaga tingkat pertumbuhan laba bersih dikisaran 7-10% setiap tahunnya.

  1. Valuasi

Setelah mendapat perusahaan dengan model bisnis cemerlang, manajemen terpercaya, dan laba yang terus menanjak dari tahun ke tahun… PR terakhir dari seorang calon investor adalah menentukan valuasi perusahaan.

Valuasi, gampangnya adalah : bagaimana tahu perusahaan ini sedang mahal / murah?

Is it worth it to buy this company?

Ada banyak cara untuk menghitung valuasi / harga wajar saham. namun jangan fokus pada valuasi saja, karena 3 poin sebelumnya jauh lebih penting.

Buat apa beli perusahaan yang lagi murah, tapi tidak berprospek untuk tumbuh?

Contoh perusahan yang saat ini sedang terdiskon valuasinya, dan memenuhi 3 kriteria di atas antara lain :

HMSP, GGRM, BBRI, UNVR, TLKM, BMRI, ASII, UNTR dan lain-lain.

{bersambung}

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *