Layanan IGD RS William Booth dan RKZ Surabaya Ditutup

rs rkzRumah Sakit William Booth Surabaya yang menyatakan menutup sementara layanan IGD karena banyak tenaga kesehatan (Nakes) yang terpapar virus Corona beberapa hari yang lalu. Setidaknya ada 24 tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19, bahkan dokter yang tersisa untuk berjaga di IGD tinggal 3 orang. Hal ini disampaikan oleh Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Jatim, dr Dodo Anondo.

Hal yang sama dilakukan oleh RS RKZ Surabaya, yang menyatakan bahwa fasilitas IGD mereka tidak memungkinkan lagi melayani pasien baru karena penuh.

dr Agung K Saputra, Kabid Hospital Development and Relation RKZ Surabaya, mengatakan, penutupan IGD ini berlaku sampai ada perubahan situasi yang akan diberitahukan selanjutnya.

“IGD RKZ yang sedang tidak terima pasien Covid. Selain pasien Covid masih tetap menerima. Kalau pasien Covid sudah tidak bisa terima lagi,” ujarnya.

dr Agung berpesan kepada masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan 5M. Seperti mencuci tangan, memakai masker, mengurangi mobilitas, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Kebijakan kedua rumah sakit besar di surabaya tersebut patut mendapat perhatian. Karena mereka memang berusaha untuk memberikan layanan terbaik, namun terkendala keadaan yang tidak memungkinkan. Bahkan jika mereka terus memaksakan untuk menerima pasien covid baru, justru akan berbahaya bagi seluruh tenaga kesehatan yang mereka miliki.

Oleh karena itu masyarakat surabaya harus menyadari, dan benar benar mengikuti protokol kesehatan. Karena kalau mereka terpapar covid 19, tidak tersedia lagi layanan kesehatan yang memadai.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stats